LAMONGAN, Bratanews.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Lamongan resmi memasuki babak kepemimpinan baru setelah melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Pelantikan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla), Rabu (28/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat regenerasi kader sekaligus menegaskan kembali arah perjuangan organisasi berlandaskan Marhaenisme.
Ketua Pelaksana pelantikan, Achmad Rizqi Mubarrok Al Amin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, kader, dan alumni yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Rizqi, pergantian kepemimpinan bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan bagian penting dari keberlanjutan gerakan mahasiswa. Ia menilai kaderisasi harus terus berjalan agar organisasi mampu melahirkan generasi penerus yang siap menjaga nilai dan cita-cita perjuangan.
“Ruh dari sebuah organisasi adalah kaderisasi, dan esensi utama dari kaderisasi itu sendiri adalah regenerasi. Dengan dilantiknya jajaran Pengurus Cabang DPC GMNI Lamongan yang baru ini, esensi regenerasi telah berjalan dan terwujud secara nyata,” ujar Rizqi.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Lamongan yang baru dilantik, Aksara Kalijaga, menekankan pentingnya membangun persatuan di internal organisasi. Ia mengajak seluruh kader untuk mengesampingkan pengelompokan yang berpotensi menghambat konsolidasi dan mengembalikan orientasi gerakan pada nilai-nilai dasar perjuangan GMNI.
Aksara juga menegaskan bahwa Marhaenisme tidak cukup berhenti sebagai pemikiran atau slogan organisasi. Menurutnya, nilai tersebut perlu diwujudkan melalui gerakan nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta keberanian mahasiswa dalam merespons persoalan kerakyatan.
“Seluruh kader harus kembali pada ruh perjuangan organisasi dengan mengaktualisasikan Marhaenisme dalam praktik nyata. Kita harus menghapus sterilitas gerakan mahasiswa agar senantiasa berpihak dan dekat dengan rakyat, sebagaimana pesan Bung Karno dalam Konferensi Besar GMNI di Kaliurang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa kepengurusan baru dihadapkan pada tantangan untuk menjaga soliditas internal sekaligus memperkuat peran mahasiswa di tengah persoalan sosial masyarakat.
Ke depan, DPC GMNI Lamongan berkomitmen memperkuat proses kaderisasi, menjaga kesinambungan regenerasi kepemimpinan, serta mengawal berbagai isu kerakyatan. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk kader bangsa yang progresif, berintegritas, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai Marhaenisme ke dalam tindakan konkret.
Pelantikan ini pun menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk membuktikan bahwa keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pergantian kepemimpinan, tetapi juga oleh konsistensi gerakan, kualitas kader, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. (Red).



