BerandaDaerahAksi Bersama Bangun Jembatan Gantung 52 Meter di Lamongan

Aksi Bersama Bangun Jembatan Gantung 52 Meter di Lamongan

LAMONGAN , BrataNews.com— Gerakan sosial Aksi Bersama bersama masyarakat mulai merealisasikan pembangunan Jembatan Gantung JAMAN MANJA yang akan menghubungkan Dusun Janggan, Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi, dengan wilayah Dusun Dondoman, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) di Dusun Janggan, Desa Pomahanjanggan. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan diikuti sekitar 100 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Aksi Bersama, perangkat Desa Pomahanjanggan dan Desa Bojoasri, masyarakat Dusun Janggan, serta sebagian warga Dusun Dondoman.

Jembatan yang diberi nama JAMAN MANJA tersebut dirancang memiliki bentang sekitar 52 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter. Konstruksi jembatan menggunakan material baja dan sejumlah komponen pendukung lainnya.

Pembangunan ini mendapat dukungan pendanaan dari Pramono Sadewo, penyandang dana dari Jakarta. Sementara pengerjaan dan kegiatan di lapangan melibatkan Aksi Bersama bersama masyarakat serta unsur pemerintah desa.

Peletakan batu pertama oleh Pramono Sadewo (rompi Hijau) selaku donatur dari Jakarta yang bekerja sama dengan Aksi Bersama di Lamongan

Kehadiran Aksi Bersama di Dusun Janggan dan sekitarnya tidak terlepas dari kondisi kawasan Bengawan Jero yang sebelumnya menjadi perhatian setelah banjir melanda sejumlah wilayah di Lamongan.

Kondisi tersebut turut memperlihatkan pentingnya akses dan konektivitas bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Bengawan Jero. Dusun Janggan dan wilayah sekitarnya kemudian menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam upaya menghadirkan akses penghubung bagi masyarakat.

Aksi Bersama sendiri merupakan gerakan sosial yang diperkenalkan Anies Baswedan pada Mei 2025. Gerakan tersebut sejak awal membawa konsep gotong royong dan kolaborasi masyarakat untuk menghadirkan karya yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Pada saat peluncurannya di Pandeglang, Banten, Aksi Bersama memulai kegiatannya melalui pembangunan jembatan. Anies menjelaskan -bahwa jembatan dipilih karena memiliki fungsi penting dalam menghubungkan masyarakat dengan berbagai aktivitas, termasuk sekolah, pasar, dan layanan kesehatan-Red.

Konsep tersebut kemudian menjadi salah satu bentuk kegiatan Aksi Bersama di sejumlah wilayah, dengan melibatkan masyarakat, relawan, dan pihak yang memberikan dukungan.

Camat Kalitengah, Khoirul Muhsinin, S.Pd., M.M., saat bersama sama meletakkan batu pertama secara simbolis, menyambut positif pembangunan Jembatan Gantung JAMAN MANJA. Keberadaan jembatan tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan konektivitas masyarakat, khususnya warga Dusun Dondoman dan wilayah sekitarnya.

Pembangunan jembatan juga diharapkan dapat memberikan kemudahan mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus membuka akses yang lebih dekat antara wilayah yang selama ini dipisahkan oleh aliran Bengawan Jero.

Khoirul juga menilai keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, Aksi Bersama, dan pihak pendukung pembangunan menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Ia berharap pembangunan berjalan lancar dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan keselamatan, sehingga jembatan nantinya dapat digunakan masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

Jembatan Gantung JAMAN MANJA diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyeberangan, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya jembatan tersebut, warga di Dusun Janggan dan Dusun Dondoman diharapkan memiliki jalur penghubung yang lebih praktis. Akses tersebut berpotensi membantu mobilitas warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Sekitar 100 warga yang hadir dalam peletakan batu pertama menjadi bagian dari dukungan masyarakat terhadap pembangunan tersebut. Keterlibatan warga sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Di sisi lain, aspek teknis menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan selama proses pembangunan. Kualitas material, kekuatan struktur, kapasitas beban, serta standar keselamatan pengguna perlu dipastikan agar jembatan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan Jembatan Gantung JAMAN MANJA dengan bentang sekitar 52 meter. Masyarakat berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan jembatan segera dapat dimanfaatkan sebagai akses penghubung antara wilayah Janggan dan Dondoman.  Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan diharapkan menjadi akses baru yang memperpendek jarak, memperlancar mobilitas, serta memperkuat hubungan masyarakat di kawasan Bengawan Jero. ( Mazen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments