Hari Aksara Internasional, Lamongan Diajak Merawat Warisan Aksara Jawa dan Kawi
LAMONGAN, BrataNews.com – Peringatan Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap 8 September menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya aksara sebagai bagian dari identitas, sejarah, dan kebudayaan bangsa.
Pesan tersebut tergambar dalam materi peringatan Hari Aksara Internasional yang ditampilkan oleh Supriyo, Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan. Dalam materi tersebut, aksara tidak hanya ditempatkan sebagai sistem tulisan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan peradaban yang perlu dikenali dan dilestarikan.
Salah satu pesan yang diangkat adalah “Aksara menjaga ingatan, menjembatani peradaban, dan menyalakan masa depan.” Pesan itu menegaskan bahwa keberadaan aksara memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah dan pembentukan identitas masyarakat.
Materi tersebut juga menampilkan identitas Rumah Sejarah dan Budaya Lamongan dengan semangat “Merawat Jejak, Menyemai Masa Depan”. Di dalamnya terdapat ajakan untuk melestarikan aksara, merawat sejarah, menguatkan identitas, serta membangun masa depan.
Mengenalkan Aksara Jawa Carakan dan Aksara Kawi
Selain pesan peringatan Hari Aksara Internasional, materi kebudayaan yang ditampilkan juga memperkenalkan Aksara Jawa Carakan beserta panduan dasar penggunaannya.
Aksara Jawa diperlihatkan melalui tabel huruf dan tanda baca, termasuk bentuk aksara nglegena, sandhangan, pasangan, aksara swara, serta angka Jawa. Materi tersebut disusun oleh Heri Pur dan membawa tema “Aksara Jawa Carakan: Warisan Nusantara, Jati Diri Bangsa.”
Tidak berhenti pada aksara Jawa, materi lainnya mengangkat Aksara Kawi yang disebut sebagai warisan leluhur Nusantara dalam jejak peradaban yang terekam melalui peninggalan batu maupun prasasti.
Visualisasi Aksara Kawi tersebut dilengkapi latar peninggalan candi dan prasasti, sekaligus tabel bentuk aksara untuk membantu masyarakat mengenali karakter dan penggunaannya.
Kehadiran materi edukasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian aksara dapat dilakukan tidak hanya melalui pembelajaran formal, tetapi juga dengan memperkenalkan kembali bentuk, sejarah, dan makna aksara kepada masyarakat luas.
Bagi Lamongan, upaya mengenalkan aksara Jawa dan Kawi juga memiliki arti penting. Sebab, pelestarian budaya lokal bukan sekadar mempertahankan peninggalan masa lalu, melainkan membangun hubungan antara generasi sekarang dengan akar sejarah dan kebudayaan Nusantara.
Semangat itu dirangkum dalam pesan yang ditampilkan pada materi tersebut: “Aksara adalah jiwa budaya, menulis aksara Jawa berarti merawat peradaban.”
Peringatan Hari Aksara Internasional akhirnya bukan sekadar seremoni, tetapi dapat menjadi pengingat bahwa keberagaman aksara Nusantara merupakan kekayaan budaya yang perlu terus dikenalkan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Dari Lamongan untuk Indonesia, aksara menjadi bagian dari warisan manusia untuk dunia.”
Pewarta : (Jasmine)



